Sabtu, 04 September 2021

Budidaya Tanaman Obat ( Materi Prakarya SMP Kelas VII)

 Pendahuluan 

Diriwayatkan oleh Imam Muslim:


عن جابر بن عبد االله لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بـَرَأَ بِإِذْنِ االلهِ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya:
“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)

Jenis  tanaman obat


 Tanaman obat dan produk yang dihasilkan


Temulawak 
Tanaman dengan nama latin Curcuma xanthorrhiza-Roxb. tersebut dikenal memiliki efek yang baik dalam meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas tubuh. Temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia yang terdapat pada rimpangnya, antara lain berupa: 

  • Fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap 
  • Minyak atsiri 
  • Kamfer 
  • Glikosida 
  • Foluymetik 
  • karbinol 
  • Kurkuminoidterdiri atas kurkumin dan desmetoksikurkumin, yang bermanfaat antara lain untuk: Menetralkan racun Menghilangkan nyeri Antibakteri Mencegah pelemakan dalam sel-sel hati Antioksidan

Rimpang temulawak sudah lama digunakan sebagai bahan ramuan obat oleh masyarakat Indonesia untuk mengobati penyakit maag, sembelit, sariawan, cacar air, asma, dan sakit kepala.

Jeruk Nipis

Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Buah jeruk nipis dapat mengobati penyakit batuk, influenza, demam, sembelit, dan bau badan

Sirih

Daun sirih umumnya digunakan untuk mengobati penyakit bau mulut, sakit gigi, keputihan

P Patah Tulang
Hampir seluruh bagian tanaman patah tulang dapat digunakan sebagai obat. Akar dan rantingnya dapat mengobati penyakit lambung, rematik, dan nyeri syaraf. Bagian batang kayu dapat digunakan sebagai obat penyakit kulit, sakit gigi, dan radang telinga. Getahnya dapat mengobati sakit gigi, tetapi jika terkena mata, dapat menyebabkan kebutaan. Cabang dan rantingnya jika dibakar dapat mengusir nyamuk.

2. Sarana Produksi dan Tahapan Budi Daya Tanaman Obat


            a.    Bahan

Benih atau bibit  
Cikal bakal tanaman, Benih tanaman obat dapat berupa biji untuk pembibitan secara generatif dan berupa stek, sambung, okulasi, rimpang, dan tunas. Bibit yang ditanam merupakan bibit sehat dan seragam pertumbuhannya.

Pupuk
Pertumbuhan tanaman akan baik bila kandungan unsur hara
tanah cukup tersedia. Pupuk untuk tanaman obat dianjurkan
dari bahan alami (pupuk kandang atau kompos). Pupuk kimia
cepat diserap tanaman,  tetapi dikhawatirkan menimbulkan
efek farmakologis terhadap tanaman obat dan meninggalkan
residu kimia yang mempengaruhi tanaman obat.

Media tanam
Pilih tanah yang gembur dan subur. Tanah yang baik dan subur dapat terlihat dari tekstur tanah yang gembur dan komposisinya seimbang antara tanah liat, pasir, dan remah. Jika tanah kurang subur maka bisa ditambahkan atau dicampurkan pasir, kompos, pupuk kandang atau Mengatasi gangguan hama dan penyakit pada tanaman obat. Jenis pestisida yang dianjurkan berupa pestisida alami/nabati yang berasal dari tumbuhan. Hal ini dilakukan agar pestisida yang diberikan tidak mempengaruhi kualitas tanaman obat dan menimbulkan residu kimia pada tanaman obat.

b.   Peralatan
     
Menanam di Kebun/Pekarangan 
  • Cangkul untuk membuat bedengan.
  • Garpu untuk menggemburkan tanah.
  • Kored untuk membersihkan gulma.
  • Gembor untuk menyiram tanaman.

Menanam di Lahan Terbatas/Tidak ada Lahan
  • Polybag pot atau wadah dari limbah botol mineral.
  • Sekop untuk memasukkan media tanam ke  dalam wadah.
  • Cangkul
3. Tahapan Budi Daya Tanaman Obat

a.   Pembibitan

Perbanyakan generative tanaman dilakukan dengan biji.
Biji dapat disemai di polybag atau bak persemaian.

Perbanyakan vegetatif
Vegetatif alami dilakukan dengan tunas, rhizome, geragih,
tunas, umbi batang, dan umbi lapis. Vegetatif buatan
dilakukan dengan cara stek, runduk, okulasi,
menyambung, dan cangkok.

       b.   Pengolahan tanah

Kondisi tanah yang gembur penting untuk pertumbuhan tanaman obat, khususnya untuk perkembangan rimpang pada tanaman temu-temuan. Jenis tanaman obat semusim atau tanaman berbentuk perdu membutuhkan bedengan untuk tempat tumbuhnya, tetapi tanaman obat tahunan tidak membutuhkan bedengan.

c.  Penanaman Lubang dan alur tanam dibuat pada bedengan

Jarak lubang tanam disesuaikan dengan kondisi tanah dan jenis tanaman. Saat penggalian lubang tanam, sebaiknya tanah galian tersebut dicampur dengan pupuk kandang atau kompos.

d.   Pemeliharaan


Penyiraman 

Frekuensi penyiraman dapat diatur sesuai dengan kondisi kelembapan tanah. Sebaiknya penyiraman dilakukan setiap hari, saat pagi dan sore. Sistem pembuangan air juga perlu diperhatikan karena beberapa jenis tanaman obat tidak tahan genangan air.

Penyulaman 

adalah penanaman kembali tanaman yang rusak, mati atau tumbuh tidak normal

Pemupukan 
Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik (pupuk alami). Penggunaan pupuk anorganik dikhawatirkan dapat menimbulkan pengaruh kurang baik bagi senyawa/kandungan berkhasiat obat pada tanaman obat.

Penyiangan
Gulma harus dilakukan agar tidak ada kompetisi antara tanaman budi daya dan gulma dalam mendapatkan hara dan cahaya matahari.

Pembumbunan. Dilakukan dengan tujuan untuk memperkukuh tanaman, menutup bagian tanaman di dalam tanah seperti rimpang, umbi atau akar, serta memperbaiki aerasi tanah.

Pengendalian OPT (Organisme Penggangu Tanaman) 
Pengendalian mekanis dilakukan dengan cara menangkap OPT dan membuang bagian tanaman yang terserang penyakit. Pengendalian kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida, disarankan menggunakan pestisida alami.

Gambar pemeliharaan:


e. Panen dan Pascapanen
Daun Pemanenan. 

Umur petik daun tiap tanaman juga berbeda, ada yang dipanen saat daun masih muda

Rimpang
Dapat dipanen pada umur 8-12 bulan.

Biji
Kadar air biji saat dipanen berbedabeda, bergantung pada umur panen tanaman obat tersebut. Makin tua umur biji, makin rendah kadar airnya, sebaiknya hindari tempat lembap untuk penyimpanan.

Akar. Akar yang mengandung banyak air pengeringannya dilakukan secara perlahan-lahan untuk menghindari pembusukan dan fermentasi.

Tugas
Berdasarkan materi yang telah dipelajari di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
  1. Tanaman obat dapat dimanfaatkan berdasarkan bagian tanaman, seperti daun, akar, rimpang, buah dan bunga. Sebutkan masing-masing 3 contoh jenis tanaman obat berdasarkan bagian yang dimanfaatkan tersebut!
  2. Apa saja persyaratan tumbuh setiap  jenis  tanaman obat?
  3. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan sirih (Piper betle) merupakan tanaman obat yang cukup banyak khasiatnya. tuliskan masing-masing 5 khasiat dari tanaman obat tersebut!
  4. Apa manfaat dan kegunaan dari Tahapan Budidaya Tanaman Obat (Persiapan Lahan/Media Tanam, Pemupukan, Pengendalian Hama Penyakit, Pemeliharan, Pemanenan) bagi manusia?
  5. Hal apa saja yang perlu di perhatikan untuk Pemeliharaan Tanaman Obat  Pada Lahan, dan Polybag?

Sumber : 
Buku Prakarya SMP Kelas VII Puskurbuk Kemendikbud 
https://wr4.uai.ac.id/jenis-obat-dalam-al-quran-dan-hadist/
https://health.kompas.com/read/2020/04/18/115800268/6-jenis-tanaman-herbal-untuk-cegah-infeksi-virus-corona?page=all


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya